Saat ini semakin banyak anak muda mulai berwirausaha. Semangat mereka pun perlu dukungan banyak pihak.
Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang UMKM Iwan Gunawan menyebutkan, jiwa
wirausaha itu harus dipupuk, bukan oleh diri sendiri tapi juga oleh
lingkungannya.
“Pemicunya ada dalam diri masing-masing, ada bakat juga menentukan.
Namun hal itu juga butuh dukungan lingkungan dan tentu pasar. Itu harus
dibentuk atau sudah ada, kejelian diperlukan di sini,” kata Iwan
Gunawan.
Menurut Iwan, pemicu jiwa wirausaha sendiri sudah banyak seperti
program pencetakan 100 ribu wirausahawan baru yang dilakukan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat, kompetisi wirausaha mahasiswa oleh perbankan BUMN
maupun berbagai program pendampingan bisnis lainnya.
“Bisnis tidak bisa dipaksakan. Namun semua orang memiliki memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis,” tuturnya.
Menurutnya, kendala modal awal jelas menjadi hambatan. Meski begitu,
dia menilai, yang terpenting dalam berusaha adalah keberanian untuk
memulai memanfaatkan modal yang ada. Selain itu, seorang pelaku usaha
dituntut untuk membuktikan diri bisa mempertahankan usaha, memperluat
dan sustainable dalam produksinya dengan sasaran pasar yang jelas.
“Kajian pasar penting, jangan sesekali berproduksi sebelum melakukan
penjajakan pasar. Spekulasi perlu tapi harus rasional, pasar bisa dibuka
dan juga bisa memanfaatkan segmen yang sudah ada,” pesannya.
Di sisi lain, dia juga melihat upaya yang dilakukan oleh para pelaku
usaha untuk melakukan pendampingan terhadap wirausahawan muda merupakan
peluang yang harus dimanfaatkan mahasiswa. Pelatihan-pelatihan, kata
Iwan, merupakan bekal berharga di samping harus bisa memiliki inovasi
dan kreativitas dalam membaca serta menangkap kebutuhan dan permintaan
pasar.
“Untuk mempertahankan kesinambungan usaha, perlu dibangun jaringan
dan membentuk komunitas sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih
besar. Jangan khawatir keuntungan bisa berkurang, karena dengan kekuatan
lebih besar peluang untuk mendapatkan pasar lebih besar juga sangat
memungkinkan,” katanya.
Sedangkan tantangan bagi pelaku usaha adalah mempertahankan
kelangsungan usaha. Hal itu pula yang menentukan untuk mendapat peluang
menembus pasar yang lebih besar, akses perbankan dan lainnya.
“Kelangsungan usaha menjadi salah satu penentu masuk pasar, juga
prasyarat menjadi usaha yang bankable. Mempertahankan kelangsungan usaha
lebih sulit dibanding mendirikan usaha baru atau mencetak pengusaha
baru,” imbuh Iwan.
#Article Source:http://news.okezone.com







0 komentar:
Posting Komentar