Sebenarnya mengajarkan anak shalat serta akan pentingnya shalat memang
seharusnya sudah dimulai sejak dari janin. Seorang Ibu yang senantiasa
menjaga wudhu serta shalatnya pada saat hamil berarti telah mengenalkan
shalat kepada janin yang dikandungnya. Makna bacaan shalat akan terekam
dan akan memberikan pengaruh positif bagi sang janin. Inilah bagi dari
pentingnya Mendidik Anak Dalam Kandungan.
Mau jadi seperti apa anak kita, maka penanaman hal-hal yang kita
inginkan tersebut sudah dimulai dari dalam kandungan. Dan cara bijak dan
hikmah memberikan pendidikan sholat pada anak adalah sangat penting dimulai sejak sedini mungkin.
Kalau membicarakan mengenai perintah shalat maka hal tersebut adalah
salah satu hal yang terpenting dalam aspek spiritual dalam kehidupan
anak. Karena membiasakan serta juga mendidik mengajarkan anak shalat
dalam masa kecil dan anak-anak akan banyak memberikan manfaat untuk
kehidupan remaja serta dewasanya kelak.
Mendidik melatih anak shalat sejak dini adalah satu hal yang
tidak boleh dikesampingkan oleh para orang tua. Karena hal tersebut
adalah salah satu kewajiban kita sebagai orang tua. Semuanya tersebut
bermula dari keteladanan orang tua. Menyaksikan melihat kedua orang
tuanya melakukan shalat lima waktu setiap hari sejak dini, membuat anak
terpicu dan terbiasa juga untuk meniru.
Ketika anak memasuki usia sekolah, yaitu sekitar usia 7 tahun, maka
mulailah anak untuk siap mamasuki masa untuk mempelajari tata shalat
yang benar. Dan tentunya juga mengenai cara berwudhu yang benar pula.
Dan ini adalah bagian dari cara tips mengajarkan anak sholat dalam Islam.
Beberapa cara yang dapat dilakukan pada fase ini, yaitu mengajarkan
rukun-rukun shalat melaui pendekatan praktek langsung. Sebagai contoh
pada waktu-waktu shalat orangtua mengajak anak untuk langsung melakukan
shalat dengan bimbingan. Mulai dari tata cara thaharah serta berwudhu pada anak,
bagaimana membentuk barisan, shaf-shaf pada shalat diikuti dengan
praktek shalat yang benar serta menghapalkan doa-doa secara bertahap.
Ketika anak berusia sepuluh tahuan anak belum juga mau mengikuti
perintah shalat. Maka kita diingatkan dengan sebuah hadist yang
diriwayatkan Al-Imam Abu Dawud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda : "Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat ketika berumur
tujuh tahun dan jika telah berumur sepuluh tahun, namun tidak mau
mengerjakan shalat maka pukullah.”
Ungkapan mengenai hal tersebut di atas ini perlu pula dimaknai dengan
hati-hati dan juga secara arif. Karena makna “pukullah” di sini tentu
bukan melakukan hukuman dengan kekerasan secara fisik yang menyakitkan
dan melukai anak, akan tetapi bahwa orang tua harus menunjukkan
ketidaksenangan dan konsekuensi yang sangat tegas saat anak menolak
shalat.
Selain hal tersebut hal lainnya bisa juga dalam mendidik anak untuk
belajar disiplin dalam memelihara waktu dan menjaga berbagai aturan yang
terkait dengan waktu, dengan cara-cara yang tidak mungkin baginya untuk
melakukan kesalahan atau kekeliruan. Maksud dari semua itu adalah agar
anak dapat mengetahui bahwa waktu merupakan hal yang sangat penting
dalam kehidupan seorang muslim yang berjalan seiring dengan pergantian
malam dan siang, dan bahwa dia merupakan bagian dari waktu yang ada.
Tentunya mendidik dengan cara yang bisa diterima anak-anak seusianya,
dan pula jangan terlalu untuk dipaksakan. Karena memang berbeda
mengajarkan dan mendidik anak dengan berbagai dan tahap usia sendiri.
Setiap pencapaian anak dalam belajar shalat merupakan sebuah prestasi
baginya. Sudah selayaknyalah kita sebagai orang tuanya memberikan
penghargaan. Penghargaan tidak hanya diberikan atas prestasi akademik
formal, tetapi hendaknya penghargaan diberikan ketika anak mengerjakan
shalat lima waktu atau mampu membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kewajiban
orang tua mendidik anak-anaknya adalah termasuk dalam hal semacam ini.
Penghargaan sebagai bentuk ekspresi agar anak mengetahui bahwa hal
tersebut memang benar-benar sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus
membahagiakan orangtuanya. Dengan adanya penghargaan inipun, akan
menumbuhkan sikap menghargai. Jika orang tua mampu menghargai prestasi
anak dalam hal ibadah, maka sang anak pun akan menghargai ibadah itu.
Penghargaan ini pun tidak selalu diberikan atau pun diekspresikan dalam
bentuk barang, apalagi barang-barang yang mewah dan berlebihan. Tetapi
bisa disampaikan dengan ucapan terima kasih, pelukan dan ciuman penuh
kasih sayang serta belaian yang diberikan sesudah anak mengerjakan
shalat juga merupakan penghargaan yang tidak dapat diukur dengan materi.
Semoga nantinya dengan mendidik mengajarkan anak shalat
sejak dini maka kita sudah menjalankan salah satu kewajiban kita
sebagai orang tua karena sebagai orang tua kita juga akan dimintai
pertanggungjawaban dalam berbagi hal termasuk juga dalam hal yang satu
ini.
sumber : http://askep-net.blogspot.com/2012/09/mendidik-mengajarkan-anak-shalat.html






0 komentar:
Posting Komentar