Berbeda dengan anak-anak normal pada
umumnya, anak-anak autis membutuhkan penanganan khusus sehubungan dengan
kegiatan belajar dan media belajar anak.
Jika anak-anak normal bisa duduk tenang di dalam kelas sambil
mendengarkan penjelasan guru, anak-anak autis tidak bisa melakukan hal
serupa. Inilah alasannya mengapa mengajar anak autis menjadi salah satu
hal yang menarik dan menantang.
Sekalipun tidak selancar atau secepat anak-anak normal, anak autis
sebenarnya memiliki kemampuan untuk bisa diajar membaca, menulis, atau
bahkan belajar hal-hal lain.
Hanya saja prosesnya akan lebih lama sehingga dibutuhkan ketekunan
dan kesabaran yang ekstra. Tentunya, dengan menggunakan media belajar
anak yang berbeda pula.
Pada dasarnya, autisme akan mempengaruhi kemampuan sesorang untuk
berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi secara efektif.
Pasalnya, autisme merupakan bentuk kelainan genetik yang bahkan tidak
mungkin disembuhkan.
Namun, hal ini tentu saja tidak bisa diartikan bahwa anak autis tidak
bisa menjalani kehidupan normal layaknya kebanyakan orang. Pasalnya,
masing-masing anak autis akan mengalami pengaruh autism yang
berbeda-beda.
Seorang anak autis mungkin saja sangat sedikit bicara dan bahkan
menjadi sangat pendiam. Sementara anak autis yang lain justru
berperilaku hiperaktif, kompulsif dan bahkan ekstrim.
Jika menengok ke sekolah-sekolah khusus untuk anak autism, maka Anda
akan melihat bagaimana anak-anak autis juga bisa belajar bahasa,
aritmatika, kesenian, dan lain sebagainya persis seperti anak-anak
normal.
Namun, pembelajaran di sekolah khusus autism tentu menggunakan metode
dan media belajar anak yang khusus. Hal ini salah satunya didasarkan
pada perilaku anak autis yang bisa agresif dan mudah marah, yang tentu
saja akan menyulitkan guru-guru yang memberikan pelajaran.
Nah, berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa hal yang bisa
dijadikan sebagai metode dan media belajar anak autis, diantaranya:
Gunakan gambar
Langkah paling simpel untuk mengajarkan sesuatu bagi anak penyandang
autisme adalah dengan menggunakan gambar. Misalnya, ketika ingin melatih
anak autis untuk membaca atau berhitung.
Pengajar harus menyiapkan properti berupa gambar-gambar yang bisa
membantunya mengerti angka atau huruf. Dengan begitu, anak autis akan
lebih mudah mengingat huruf-huruf atau angka-angka yang sudah diajarkan.
Dengan bercerita
Cerita bisa digunakan sebagai media belajar anak autis. Misalnya,
ketika pengajar ingin menceritakan tentang cara kerja mobil. Selain
membutuhkan gambar-gambar mobil, pengajar juga harus bisa membacakan
cerita-cerita yang berhubungan dengan mobil, entah cara kerjanya,
jenis-jenisnya, maupun cara-cara penggunaannya.
Gunakan video
Anak autis akan mudah bosan ketika pengajar banyak memberikan
penjelasan atau terlalu banyak menerangkan. Hal inilah yang kemudian
menyebabkan mereka tidak bisa diam, berlarian, atau bahkan keluar dari
kelas. Nah, cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah
menjadikan video sebagai media belajar.
Caranya, dengan memutarkan video-video yang sifatnya edukasi atau
medidik. Biasanya, di dalam video-video tersebut bisa disisipi pelajaran
berhitung ataupun mengeja. Inilah salah satu trik untuk mengajar anak
autis yang cenderung bisa diterima mereka.
Berkesenian
Salah satu yang tergolong baik untuk diajarkan pada anak autis adalah
tentang kesenian. Beberapa jenis kesenian seperti menggambar, melukis,
memahat, menari, bernyanyi, atau bahkan bermain musik akan sangat baik
untuk dijadikan media belajar.
Misalnya, dengan menari, anak-anak autis akan memahami irama,
ketukan, dan hitungan. Dengan begitu, secara tidak langsung mereka sudah
belajar berhitung.
Bisa juga menerapkan pemahaman atas benda-benda disekitar dengan cara
menggambar dan mewarnai. Sediakan gambar benda-benda di sekitar yang
belum diwarnai. Ajaklah anak-anak autis untuk belajar menghubungkan
garis dan mewarnai gambar tersebut. (bil)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar