Pages - Menu

Jumat, 24 April 2015

Sebenarnya apa sih Orientasi Hidup Mu?

Parameter bahagia kita kelak di akhirat tidak ditentukan oleh pendidikan akademis, bukan sekedar pasangan, harta, jabatan. Di alam kubur nanti insyaAllah kita tak akan ditanya berapa nilai rapormu,berapa rankingmu, berapa IP-mu,kita ditanya,apakah ilmu kita manfaat atau tidak. Kita harus memiliki motivasi sejati, saat motivasi hidup sejati terpatri dalam diri kita, kita tidak akan disibukkan dengan hal-hal sepele, kita tidak akan berbetah-betahan dengan yang namanya kata galau. Kita akan cepat bangkit kembali. InsyAllah....
Subhannallah, Di akirat kita tak akan ditanya berapa gajimu, apa usahamu,berapa banyak tabungan rekeningmu.Kita tak akan ditanya seberapa mahal harga mobil kita,seberapa luas tanah kita,seberapa megah bangunan rumah kita.Kelak yang jadi pertanyaa akhirat,darimana hartamu kau dapat,dan jalan apa kau belanjakan.lalu pertanyaannya,untuk apa kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta jika semua itu justru memperberat beban kita di alam baqa.Untuk apa kita timbun kekayaam dengan jalan meremahkan harta yang haram?


Di akhirat kia tak ditanya,berapa banyak trofi kejuaraan yang kau raih.Kita tak akan ditanya seberapa banyak tumpukan sertifikat kegiatan yang kita koleksi.kelak yang jadi pertanyaan mahsyar,adalah terkait prestasi shalat kita,prestasi puasa kita,prestasi ibadah-ibadah kita.Lalu mengapa kita malah mengejar prestasi dunia dan malah lupa dengan ibadah ?
Sebagaimana Rasulullah bersabda,” Sabda Nabi saw "Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara: 
1. Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan  
2. Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan 
3. Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan 
4. Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. " (HR. Tirmidzi) 

Maka saudaraku mari kita saling mengingatkan,saling menasihatkan.Karena bisa jadi iman di jiwa kita terus naik dan turun.Kita butuh pengingat,kita perlu hadirnya sahabat yang member nasihat.Mari kita jadikan segala prestasi dunia hanya sebagai perantara untuk lebih dekat dengan Allah,lebih taat pada-Nya,lebih aktif memperjuangkan agama-Nya.


"Jangan sampai perolehan dunia malah membuat kita semakin sombong,makin cinta dunia,makin lupa akhirat.Karena bukankah kita hidup di sini hanya untuk mencari bekal menghadap-Nya.Hanya itu."


Kalau kita begitu berambisi untuk mengumpulkan sebanyak mungkin harta,mengoleksi sebanyak mungkin penghargaan,mengumpulkan sebanyak mungkin gelar,lantas karena ambisi-ambisi itu kita melupakan ambisi akhirat,maka sungguh kita bagaikan orang ang sibuk mencari jarum hingga lupa bahwa saat sedang mencari jarum itu ia sedang kehilangan perhiasan emasnya.
Maka mari kita menjadi pribadi yang bijak dalam memprioritaskan hidup.Menyadari dengan penuh bahwa dunia adalah ladang tempat kita bercocok tanam.Silahkan menanam apapun di lahan usia kita.Yang pasti,kelak di akhirat kita akan menjalani panen raya.Jika kita tanam kebaikan,maka yang akan kita raih adalah kebahagiaan.Namun jika yang kita tabor adala benih  keburukan,maka bersiaplah menuai balasan siksa yang amat pedih dari-Nya

"Disarikan dari buku (Jangan sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Tak ada Bedanya ) Writter Ahmad Rifai Rifan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar